Selasa, 02 Oktober 2012

TPHP : PEREBUSAN PADA PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Rebusan ( Sterilizer )

Sterilizer adalah suatu bejana tangki bertekanan. Alat ini juga disebut bejana rebusan / ketel rebusan. Sebagai media pemanas dipakai uap basah dari Back Pressure Vessel (BPV).
Tujuan Perebusan
·             Menghentikan Kegiatan Enzim
            Aktifitas enzim semakin tinggi apabila buah mengalami luka. Untuk mengurangi aktifitas enzim diusahakan agar kelukaan buah relatif kecil. Enzim pada umumnya tidak aktif lagi pada suhu > 50 0C maka perebusan yang bersuhu diatas 120 0C akan menghentikan kegiatan enzim. Sehingga dapat menghentikan perkembangan asam lemak bebas (ALB) atau free fatty acid (FFA).
  • Memudahkan pelepasan buah dari janjangan
      Untuk melepaskan brondolan (spikelets fruit) dari tandan secara manual, sebenarnya cukup dengan merebus dalam air mendidih. Namun, cara ini tidak memadai. Oleh karenanya, diperlukan uap jenuh bertekanan agar diperoleh temperatur yang semestinya di bagian dalam tandan buah.
  • Mengurangi kadar air dalam  buah
            Selama proses perebusan, kadar air dalam buah akan berkurang karena proses penguapan. Dengan berkurangnya air, susunan daging buah (pericarp) berubah. Perubahan tersebut memberikan efek positif, yaitu mempermudah pengambilan minyak selama proses pengempaan dan mempermudah pemisahan  minyak dari zat non-lemak (non-oil solid). Dengan proses perebusan, kadar air dalam biji akan berkurang sehingga daya lekat inti terhadap cangkangnya menjadi berkurang.
  • Melunakkan daging buah
      Akibat dari perlakuan pada tekanan tertentu dan suhu yang tinggi daging buah akan menjadi lunak, yang dapat membantu untuk mempermudah pemecahan sel-sel minyak dalam  proses pelunakan daging buah pada ketel adukan (digester).
Metode Rebusan
          Sistem perebusan yang diterapkan tergantung kepada persediaan uap dan besarnya kapasitas rebusan dengan sasaran bahwa tujuan dari perebusan dapat tercapai.
          Semakin tinggi tekanan perebusan akan semakin cepat pula waktu perebusan. Tekanan yang tinggi dengan sendirinya memberikan temperatur yang tinggi. Temperatur yang terlalu tinggi dapat merusak kualitas minyak dan inti sawit.
Pola perebusan yang umum digunakan ada dua yaitu double peak (dua puncak) atau triple peak (tiga puncak). Jumlah puncak dalam proses perebusan ditunjukkan dari jumlah pembukaan atau penutupan dari steam inlet atau exhause valve selama perebusan berlangsung yang diatur secara manual atau secara otomatik. Pembukaan katup exhause valve  yang dilakukan pada saat perebusan dilakukan secara tiba-tiba dan cepat, ini dilakukan agar terjadi flash evaporation yang berguna untuk membuat buah menjadi lemah dan minyak mudah diperas dari dalamnya.
          Metode perebusan yang digunakan di PKS Tanjung Seumantoh adalah sistem perebusan tiga puncak (triple peak).  Perebusan yang dilakukan dengan tekanan uap 2,8 kg/cm2 dan waktu antara 80-90 menit merupakan yang paling optimal karena menghasilkan minyak dan inti yang memuaskan. Kemudian dengan semakin banyaknya puncak yang diberikan pada saat perebusan akan memberikan  mechanical shock sehingga buah akan semakin baik perebusannya. Selain itu, pada proses perebusan juga perlu dilakukan pengurasan udara agar udara bisa keluar dan digantikan oleh uap air sebagai media perebusan.
            Tata cara yang harus dilakukan untuk memperoleh perebusan normal sebagai berikut :
  • 13 menit pemasukan uap pertama dari 0-2,3 kg/cm2, termasuk menguras udara sekitar 2 menit
  • 2 menit pembuangan uap pertama
  • 12 menit pemasukan uap kedua kali sampai tekanan 2,5 kg/cm2
  • 2 menit pembuangan uap kedua kali
  • 13 menit pemasukan uap ketiga kali sampai tekanan 2,8 kg/cm2
  • 43 menit tekanan uap ditahan pada 2,8 kg/cm2
  • 5 menit pembuangan akhir uap sampai tekanan menjadi 0
 
Tekanan Uap (Kg/cm2)

 Kurva Perebusan dengan 3 puncak

Lama penahanan pada puncak III adalah sekitar 43 menit dan siklus perebusan 80-90 menit. Tujuan dari penahanan tekanan pada puncak ke III ini bertujuan untuk memberikan kondisi yang cukup agar kadar ALB dalam buah dapat dikurangi.
            Tekanan uap dan  lama perebusan sangat menentukan hasil perebusan dan juga mempengaruhi efisiensi pabrik. Tekanan uap dan lama perebusan yang tidak cukup akan mempengaruhi terhadap :
-            Buah kurang masak, sebagian brondolan tidak lepas dari tandan (unstriped bunch) yang mengakibatkan kerugian minyak  dalam janjangan kosong bertambah
-            Pelumatan dalam  digester tidak sempurna sebagian daging buah tidak lepas dari biji sehingga mengakibatkan proses pengempaan tidak sempurna dan mengakibatkan kerugian minyak pada ampas, dan biji bertambah
-            Ampas ( fibre) basah yang menyebabkan pembakaran dalam ketel uap tidak sempurna
-            Pembakaran janjangan kosong dalam incinerator tidak sempurna, yang menyebabkan kerusakan incinerator
-            Perebusan terlalu lama
·      Buah menjadi memar, kerugian minyak dalam air rebusan (kondensat)
·                                           Merusak mutu minyak dan inti
·                                           Pemucatan pada kernel
Apabila udara di dalam  ketel rebusan tidak dikeluarkan, secara sempurna akan terjadi pencampuran udara dan uap (turbulensi) yang mengakibatkan pemindahan panas dari uap ke dalam buah tidak sempurna.
Dengan demikian  udara harus benar-benar dikeluarkan dari dalam ketel rebusan dengan cara :
-          Setiap hari agar diperiksa kemungkinan adanya kebocoran dan harus segera diperbaiki
-          Setiap minggu rebusan dibersihkan dengan minyak pelumas bekas
-          Setiap 3-4 tahun rebusan direparasi untuk pemeriksaan berkala
Spesifikasi teknis dan kondisi fisik :
Sebuah sterilizer terdiri dari beberapa bagian yaitu :
-          Dinding ketel ( shell plate)
-          Plat bodam (disc end)
-          Plat pelapis dalam (wear plat)
-          Steam steainer / talang uap
-          Plat saringan kondensat
-          Pintu rebusan
-          Pipa pembuangan steam
            Untuk menahan panas terhadap udara luar maka sekeliling badan dilapisi dengan glass wool setebal 50 mm, dan dibungkus dengan plat  jenis aluminium
JUAL DVD TUTORIAL SOLIDWORK

Daftar pustaka
  • Direktorat Jenderal Perkebunan-Departemen Pertanian. 2008. Gambar Kelapa dan Produknya. Situs Web Ditjebun-Deptan
  • Hardoko Insan Qudus. 2006. Kimia Lingkungan. Diktat Kuliah Kimia Lingkungan Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung.
  • Iwan T Budiarso. 2004. Minyak Kelapa, Minyak Goreng yang Paling Aman dan Paling Sehat. http://www.wismamas.tk
  • Kompas Cyber Media. 2006. Asap Cair Tempurung Kelapa sebagai Pengganti Formalin. Situs Web
  • Situs Hijau. 2005. Menanti Minuman Berenergi dari Timur. Situs Web Situs Hijau.
  • Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain (Balitka) Manado. 2007. Membangun Agribisnis Kelapa Muda. KADIN-104-1606-13032007.
  • Bogor Agricultural Institute. 2008. IPB Kaji Asap Cair Tempurung Kelapa sebagai Disinfektan dan Pengganti Formalin. http://www.ipb.ac.id.
  • Dayat. 2006. Kerjasama Dekopin dengan Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu dalam Rangka Produksi Pengganti Pengawet Makanan. http://www.hmikomtpub.or.id
  • Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menegah-Departemen Perindustrian. 2007. Kelapa sumber Energi Alternatif. Situs Web Ditjen IKM.
  • Suara Pembaharuan Daily. 2007. Indonesia Masih Abaikan Potensi Kelapa. Situs Web Suara Pembaharuan Daily
  • http://indonagro.blogspot.com/2010/11/agroindustri-pengolahan-tape-singkong.html
  • Energi Portal. 2007. Memperoleh Nilai Ekonomis Lebih dari Kelapa: Biodiesel, Glycerin, dan Produk Samping Lainnya. Situs Web Portal Media Informasi Energi
 apakah anda sedang mencari file ini???
slider mekanis 2, cara membuat baut pada solidwork, membuat slider mekanis 3, membuat slider mekanis 4, cara membuat slider mekanis 1, membuat RIB pada solidwork,, cara revolve sweep pada solidwork, design table pada solidwork,, membuat  core and cavity pada solidwork, solidwork draft, solidwork loft, solidwork ekstrude, tutorial 1 dasar dasar solidwork, tutorial 2 cara menggunakan extrude, tutorial 3 cara menggunakan extrude cut, tutorial 4 cara memakai revolve, tutorial 5 cara memakai revolve cut, tutorial 6 cara memakai extrude path
tutorial 7 cara memakai loft awal, tutorial 8 cara menggunakan lingkaran, tutorial 9 cara menggunakan extrude loft,tutorial 10 cara menggunakan filletpembahasan soal impuls dan momentum, arus dan tegangan listrik bolak balik, BARISAN DAN DERET UNTUK IPA,   TEORI IMPULS DAN MOMENTUM, INDUKSI MAGNETIK DAN MEDAN MAGNETIK, MEDAN MAGNET, SERIAL NUMBER IDM, PROGRAM LINIERINDUKSI MAGNETIK, PEMBAHASAN MATDAS SNMPTN 2006, PEMBAHASAN MATEMTAIKA SMA, DOWNLOAD IDM 6.05, DIMENSI TIGA,TUTORIAL NO. 1SILDER MEKANIS 2PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT, SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN FUNGSI KUADRAT, DIFFERENSIAL IPA, PEMBAHASAN SOAL TENTANG ODE, VEKTOR IPA,
SLIDER MEKANIS 4 , PROGRAM LINIER IPA, FUEL CELL    ,BUKU DASAR2 EKONOMI TEKNIK, SLIDER MEKANIS , PENYELESAIAN LAPLACE, CARA MEMBUAT BAUT, SLIDER MEKANIS 3, PICK PICK EDITOR, TUTORIAL BUAT LINGKARAN, PERPANGKATAN DAN BENTUK AKAR, LIMIT FUNGSI, SAVE AS PDFPEMBAHASAN MATDAS 2009,
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...